Showing posts with label Renai Kinshi Jourei. Show all posts
Showing posts with label Renai Kinshi Jourei. Show all posts

Thursday, 13 July 2017


Jika kalian menonton Sousenkyo tahun ini, mungkin kalian telah menyaksikan salah satu kejutan besar yang terjadi dalam sejarah Sousenkyo : Seorang Idol yang MENGUMUMKAN PERNIKAHANNYA.  

Sutou Ririka, member dari NMB48, ditengah chaos yang dibuatnya malam itu membutuhkan waktu 10 menit untuk menjelaskan betapa seriusnya Riripon mengenai pernikahannya dan membuat semua fans yang menghadiri SSK terdiam membisu. Kelakuan Riripon ini membuat kita membuka kembali diskusi mengenai Golden Rules yang ada di 48 Group, yaitu Renai Kinshi Jourei / Aturan Anti Cinta ; Apakah mengumumkan pernikahan bagi seorang idol adalah hal yang benar ?

Riripon setelah Sousenkyo digelar. Jawaban untuk Yuko ? Ane yakin T-Shirt nya bakalan laku keras, wkwk

Terdapat 2 bagian yang harus dijelaskan dalam pandangan ane untuk membahas kasus Riripon ini ; Style dan Substance. 

Subtance = " Mengapa dia melakukannya ? "
Style = " Bagaimana dia melakukannya ? "

Pertama-tama, kalian semua harus tahu kalo Shunkan Bunshun (Majalah yang populer karena suka menjatuhkan seorang Idol dengan berita Skandal) mempunyai peranan yang penting dalam kasus pengumuman pernikahan Riripon di SSK. Kenapa ? Karena sehari sebelum Sousenkyo digelar, pihak Bunshun telah mengisyaratkan akan mengungkap berita skandal besar salah satu member NMB48, tidak diberitahu siapa yang akan diungkap itu. Tapi sekarang sudah jelas siapa orangnya, tidak lain dan tidak bukan adalah sang Filusuf dari Namba, Sutou Ririka. Ya, kita gatau pasti kapan Riripon tertangkap basah berkencan dengan pacarnya. Tapi, yang pasti adalah Riripon menyadari kalo dirinya sedang menjadi main target Shunkan Bunshun dan memutuskan untuk tidak memberikan waktu bagi tabloid itu untuk mempublikasikan berita skandalnya dan lebih memilih mengumumkan secara langsung ketika Sousenkyo digelar.

Sutou Ririka memiliki kepribadian yang eksentrik, nyeleneh dan unik. Dia senang sekali membaca buku-buku tentang filosofi dan bahkan pernah membuat satu buku tentang itu ("Philosophy with Durian" lalu namanya diganti jadi "Live Dangerously!" . Rilis 30 Maret 2016 / Gentosha). Riripon juga orangnya straight-forward atau ceplas-ceplos, contohnya waktu dia dalam sesi tanya jawab di SHOWROOM, Riripon pernah menjawab kalo dirinya masih virgin / perawan. Karena personality nya yang unik dan jarang dimiliki oleh member di 48 Grup, Riripon mendapatkan banyak perhatian fans dan berhak berada di posisi #20 dalam Sousenkyo tahun ini. Banyak orang yang berpendapat kalo tingkahnya ketika di podium SSK kemarin hanya untuk mengejutkan orang-orang saja, atau seorang attention seeker seperti Murashige Anna. Tapi ane pikir bukan itu tujuan Riripon yang sebenarnya. Dia hanya ingin berkata jujur dengan seluruh fansnya, karena jauh dalam lubuk hatinya, Riripon menganggap kalo yang dilakuinnya ini benar, bukanlah hal yang salah.

Philosopher yang di sukai oleh Ririka, Friedrich Nietzsche
 Kita bisa mengutip beberapa Quote dari Friedrich Nietzsche untuk bisa sedikit memahami cara berfikir dari Riripon ;

-  “ There is always some madness in love. But there is also always some reason in madness.”
Translate : Selalu ada kegilaan dalam cinta. Tapi juga selalu ada alasan dalam kegilaan


- “ One must still have chaos in oneself to be able to give birth to a dancing star. “
Translate : Seseorang harus mengalami kekacauan di dalam dirinya untuk dapat menciptakan sebuah bintang yang cemerlang.


-  “ Whatever is done for love always occurs beyond good and evil. "

Translate :  Hal-hal yang dilakukan karena cinta, selalu terjadi diluar kebaikan dan kejahatan

Well, dengan melihat Quote diatas, bisa ane katakan kalo yang dilakukan Riripon ketika SSK kemarin cukup blunder karena dia ga bisa membedakan antara menjadi seorang Idol dan dirinya sendiri. Dari jaman dahulu, Stereotypes member Idol adalah seseorang yang pure, cute dan innocent , banyak sekali gadis atau member idol grup yang berusaha untuk menciptakan karakter mereka agar bisa mendekati definisi ini. Tapi, dengan memiliki banyak member yang karakternya hampir semua sama, maka seseorang yang mempunyai kepribadian unik dan berbeda dengan member lainnya akan lebih menonjol dan mendapatkan perhatian yang lebih, ya seperti Riripon ini lah contohnya. Sutou Ririka adalah seorang Idol karena dia yakin pada dirinya sendiri.

Instead following the rules, she's creating them

Ane ngerasa kalo Riripon tu kek Seniman. Daripada mengikuti peraturan, Riripon lebih memilih untuk menciptakan peraturannya sendiri. Idol rules dipandang sebagai sebuah batasan bagi kepribadiannya, ini juga berlaku terhadap persepsinya mengenai cinta ; cinta adalah sesuatu yang bisa melampaui apapun, logika tidak bisa berdampingan dengan perasaan. Cinta ga bisa dipaksakan, mereka bisa datang dan pergi dengan sendirinya.

Kaneko Takeshi

Jadi, untuk meraih kebahagiaannya, Riripon menjadi sangat serius dalam menjalin cinta. Dalam sebuah interview, Riripon mengatakan bahwa dia pertama kali bertemu dengan kekasihnya itu 1.5 tahun yang lalu, lalu memutuskan untuk berpacaran pada akhir 2016, dan mereka bertunangan awal 2017 ini. Wow, everything is going so fast ! ini berarti membuang sebuah fakta bahwa Riripon berusaha untuk menjadi Idol dan menikah pada saat yang sama. Manager NMB48, Kaneko Takeshi, mengatakan bahwa Riripon berkonsultasi dulu dengan dirinya sebelum semua hal ini terjadi, Kaneko melihat mata yang memancarkan ketulusan dari Riripon. Oleh karena itulah manajemen NMB mendukung Riripon hingga akhir graduatenya pada 30 Agustus nanti.

Ga cuman fans, tapi seluruh member 48 grup juga dibikin bingung & terkejut ame Riripon

Mungkin yang bermasalah adalah dari style nya. Dengan mengumumkan pernikahannya di Sousenkyo kemarin, dia langsung tenggelam dalam hal yang lebih "besar" yang terjadi setelahnya, yaitu kemenangan 3 kali Sashihara Rino secara berturut-turut dan pengumuman kelulusan Watanabe Mayu. Ya, Riripon memang "meledakan" Sosuenkyo kemarin, dan tujuannya adalah ; Untuk memberikan momen spesial antara Idol dan para fansnya. Apa yang membuat hal ini gagal adalah sekali lagi, yaitu timming nya yang kurang pas. Kalian pasti ga akan bisa menebak gimana kalo Riripon ga tertangkap sama Bunshun, apakah dia akan tetap jadi Idol meskipun di belakang dia berpacaran ?

Akarin dan Riripon dengan seifuku Boku Igai no Dareka

After all, dia menjadi Senbatsu di NMB (Boku Igai no Dareka) meskipun sedang berpacaran pada akhir 2016 lalu. Jika Riripon serius dengan hubungannya, sudah pasti dia akan memutuskan untuk hiatus dari segala aktivitasnya di NMB. Kenapa ini terjadi, alasannya datang dari substance lagi : Dalam sebuah interview, Riripon mengatakan bahwa dirinya bekerja sangat keras sebagai seorang idol dan masih ingin mengikuti Sosuenkyo untuk meraih rank yang lebih tinggi. Dia mengabaikan cara berfikirnya menjadi sejauh ini dan menganggap bahwa "hubungan terlarangnya" tidak akan mempengaruhi pekerjaan yang dia lakukan sebagai seorang idol untuk meraih rank terbaiknya di SSK.

Pengumuman Grad Yuko ketika Kouhaku di pandang merugikan bagi semua artis yang hadir di Kouhaku.

Dan ini adalah kesalahan pertamanya ; Sousenkyo bukannlah tempat untuk menjatuhkan "bom" kek yang dia lakuin tahun ini. Situasinya hampir sama dengan Oshima Yuko yang ngumumin kelulusannya di Kouhaku 2013 lalu. Yuko di kritik karena dia mengambil semua spotlight penampilan artis lain di Kouhaku karena hal ini. Mereka yang membela Renai Kinshi Jourei / Aturan Anti Cinta sering salah mengira antara style dan substance. Kedua hal ini sangatlah berbeda. Untuk sederhananya, Riripon memiliki hak untuk mencintai (substance), tapi dia gagal untuk melakukan itu tanpa merugikan orang lain (style).


Oshima Yuko mengungkapkan perasaanya ketika mendengar speech Riripon, do you get it ?

Well, kita ga bicara tentang wota yang pengen Oshimennya pure dan innocent (subtance), kita sedang membicarakan tentang member 48 Group (Takayanagi Akane, Oshima Yuko, Takahashi Juri dan Okada Nana) yang melihat pengumuman pernikahan Riripon ini sebuah kesalahan, disgrace dan tidak pantas bagi mereka yang mencoba untuk memiliki rank yang tinggi di SSK selama bertahun-tahun di 48 Group. Ini tentu ga adil, iya kan ? Banyak dari member 48 grup yang dihukum karena punya hubungan, tapi ini, udah member populer tapi malah nekad ngumumin secara blak-blakan didepan semua fans kalo dirinya pacaran dan mau nikah, di Sousenkyo pula.

Dan bahkan kasus Riripon menjadi sangat "membingungkan" karena manajemen bersikap ambigu mengenai masalah cinta-cintaan ini. What the hell, apakah RKJ itu ada ? Perbedaan perlakuan terhadap member populer dan tidak populer mengenai RKJ sangatlah berbanding jauh dan tidak bisa diterima. Owada Nana dan Nishino Miki malah langsung graduate setelah tertangkap basah lagi ngedate sama member ex-Johnny Acs jam 2 malem, tapi Aki-P malah nawarin Riripon buat stay ? Ini tindakan yang sangat ga sopan bagi mereka yang berusaha keras untuk disiplin di 48 Group seperti Okada Nana. Kebobrokan ini pasti akan terus terjadi jika manajemen ga nyadar diri untuk memperbaiki kedisiplinan mereka terhadap peraturan RKJ ini yang berlaku untuk semua member, tak terkecuali.

" Aku tidak tahu apa yang harus aku katakan " - Yamamoto Sayaka

Mungkin hanya perkataan maaf dari Yamamoto Sayaka lah, selaku ace NMB48 yang bisa "mendinginkan suasana" terhadap semua chaos ini. Ini tidak hanya menyangkut Riripon saja, tapi image NMB, image  48 Group, manajemen dan juga fans. Seharusnya Riripon memperhitungkan dulu kepentingan banyak orang sebelum mengambil keputusannya. Dan karena semua berjalan dengan sangat cepat dengan faktor X nya yaitu Shunkan Bunshun, dia ga punya pilihan selain harus ngumumin pernikahannya ketika Sousenkyo.

Menurut pendapat ane, ane pikir Riripon ga bertindak egois (Dia meminta maaf pada semua senpainya karena mengganggu jalannya Sosuenkyo) tapi ini hanyalah ketidakdewasaan seseorang dalam mengambil keputusan tanpa memikirkan dampaknya terhadap orang lain. Dia masih muda, lalu memutuskan untuk graduate dan meninggalkan dunia idol yang sangat dia cintai dengan sangat singkat, perlu kalian tau itu sangatlah sulit bagi Riripon. Ane ngerti apa yang Kaneko katakan bahwa Riripon tidak mencoba untuk mengkhianati fansnya.

Malam setelah SSK, Shunkan Bunshun mempublikasikan foto dan berita tentang skandal Riripon pada 8 Mei lalu

Jadi, mungkin dalang dibalik kasus Riripon adalah MANAJEMEN yang membiarkan situasi chaos ini tetap berlanjut, bahkan setelah menyadari dari awal kalo Riripon mempunyai hubungan (mereka pasti sangat senang karena mendapatkan banyak perhatian dari fans setelah gagal menyelenggarakan SSK di Okinawa). Seperti yang ane bilang sebelumnya, tanggung jawab Riripon tidaklah melenceng dari sudut pandang moral, ane yakin ada banyak fans yang membela Riripon seperti yang ane lakuin sekarang. Terakhir, coba tebak apa hal "menakutkan" yang dilakukan oleh manajemen pada Riripon ? Ya, membiarkan Riripon untuk berpartisipasi dalam acara HS beberapa hari setelah SSK ?! Untuk mengahadapi semua kritik dan hinaan pada dirinya ? Bukankah manajemen harusnya melindungi Riripon ? Ini situasi yang sangat Ironis !

I'll never blame her for being human, too human.

Thursday, 11 May 2017



Dalam sebuah program Radio yang dipimpin oleh member Keyakizaka46, Koike Minami yaitu MBS 'The Hit Studio [ザ・ヒットスタジオ]' beberapa waktu lalu, Koike membahas satu ulasan tentang paper yang ditujukan kepada seluruh member 48 Group, paper itu berisikan tentang peraturan resmi dari manajemen untuk para membernya agar tidak menjalin satu hubungan / relationship selama bekerja sebagai seorang Idol. Hal ini juga lebih dikenal sebagai Renai Kinshi Jourei (恋愛禁止条例) atau Aturan Arti Cinta. Pro dan Kontra mengenai aturan cinta ini telah lama "merobek" banyak fandom yang bertebaran di seluruh dunia, ditambah lagi dengan pendirian ambigu dari sang Produser, Akimoto Yasushi yang menyatakan bahwa tidak ada larangan cinta di 48 Group, tidak bisa membuat clear masalah ini dikalangan fans.

Ini menjadi sebuah perdebatan abadi antara mereka yang berpendapat bahwa seorang idol juga manusia biasa : memiliki hati dan perasaan, dengan mereka yang berfikir bahwa aturan itu perlu untuk mempertahankan image mereka sebagai Idol. Intinya, apa yang selalu kita debatkan dalam fandom adalah mengenai konsep tentang seorang idol. Di sini, ane akan mencoba untuk merangkum argumen-argumen legit dari fans yang berbeda pandangan, jadi kalian bisa membuat opini sendiri mengenai RKJ.


Skandal Sasshi adalah topik yang paling banyak dibicarakan saat itu dan bahkan lebih heboh dari berita Graduatenya Acchan

Pertama-tama, kita akan membuka kembali lembaran sejarah panjang Idol di Jepang. Perlu kalian ketahui, peraturan larangan cinta ini ternyata sudah dibuat jauh sebelum AKB48 dibentuk ! Pada tahun 1997, leader dari Morning Musume saat itu, Nakazawa Yuko, menyatakan bahwa dalam kertas kontak kerja mereka, terdapat sebuah " pasal " dimana mereka dilarang untuk memiliki pacar atau menikah. Sepuluh tahun kemudian, Kashiwagi Yuki dari AKB48 mengungkapkan pernyataan yang sama seperti Nakazawa, bahwa mereka harus mendatangani sebuah paper atau kertas yang isinya harus berjanji untuk tidak menjalin suatu hubungan dengan siapapun.

Jadi, sebenarnya apa sih tujuan dari aturan larangan cinta itu ? Jawabannya simple aja sih, dibuatnya aturan RKJ adalah untuk membantu image dari seorang Idol yang " pure & innocent " sehingga mereka ditujukan HANYA untuk para fans, bukan untuk pacar, tunangan atau suaminya. Manajemen sangat khawatir para fans akan kehilangan minat untuk membeli CD Single dan tiket Teater jika melihat Oshimennya memiliki relationship dengan orang lain. Tapi, mari kita ambil contoh pop culture yang berasal dari belahan bumi lainnya. Justin Bieber adalah seorang penyanyi dengan hampir 99,9 % jumlah fans nya adalah wanita. Dia bekerja dengan mempertahankan image nya sebagai idola para wanita, namun si Justin ini juga ngedate dengan banyak selebritis seperti Selena Gomez. Jadi, sebenarnya dia tu concern sama penampilannya, tapi seluruh stafnya ga ngelarang Justin buat ngedate sama siapapun. Kita sekarang pindah ke Korea Selatan yang terkenal dengan K-POP nya. Dalam industri K-POP yang sangat ketat, meskipun seluruh entertainment companies nya sangat "sensitif" dengan peraturan love-ban, tapi para member K-POP sering mengakui bahwa mereka memiliki hubungan ketika ditanyai oleh media dan tidak menyangkalnya (contoh : seperti hubungan antara EXO Kai dengan F(x) Krystal ) . Yang jadi pertanyaannya adalah, mengapa aturan love-ban ini diperbolehkan di negara-negara Occidental dan Oriental seperti Amerika & Korea sedangkan tidak boleh / dilarang di Jepang ? Terutama dalam kasus " Idol " .

Jawab ;

Analisa Pertama, karena ini adalah tentang culture atau budaya. Amerika telah membangun image kebudayaan mereka sebagai negara yang bebas dan terbuka (liberal), jadi akan sangat sulit untuk melarang seseorang untuk mencintai orang-orang yang terkenal seperti contohnya Justin Bieber. Jika manajemen Justin Bieber membuat strategi untuk menjauhkan para hardcore fans dari Justin, maka akan menjadi bumerang bagi mereka, manajemen akan disalahkan karena akan membuat sang artis tertekan. Di dunia K-POP, mungkin faktornya lebih ke Umur dan Pengalaman dari sang artis sendiri. Ketika manajemen tahu bahwa fanbase sang artis sudah cukup dewasa untuk menerima bahwa Idolanya itu berpacaran, maka mereka akan mencabut love-ban itu. Akan tetapi, jika seorang member trainee K-POP baru saja memulai debut dengan grupnya, akan lebih baik untuk tidak melakukan hal-hal yang "merugikan" bagi para calon fansnya (seperti ngedate) karena akan menghambat karir mereka di Industri K-POP. Di negara Jepang, sejarah hirarki antar genre (jenis kelamin) sangatlah kuat. Dalam sebuah keluarga di Jepang, para ayah akan bekerja dan si Ibu akan tinggal dirumah untuk mengurus anak-anak, ini adalah pattern yang sudah lama di wariskan secara turun-temurun disana. Sexism masih berakar dalam benak orang-orang jepang, sehingga its ok jika mereka melakukan gravure photoshoot pada gadis-gadis Idol yang kebanyakan masih sangat muda, karena itu juga untuk mempromosikan para idol ini sebagai seorang yang cute dan innocent. Tanpa disadari, masyarakat Jepang yang paradoks ini (sebenarnya) masih memungkinkan untuk bisa mengerti hak-hak seorang wanita dalam menjaga arti seorang Idol yang sebenarnya.

Analisa Kedua, kita bisa bilang bahwa hal itu terjadi karena kesalahan dari fans yang tidak realistis tentang konsep Idol itu sendiri. Sebelum menjadi seorang Idol, para gadis ini adalah seorang manusia biasa. Kalian tentu tidak bisa mencampurkan logika dengan perasaan, karena logika berasal dari otak sedangkan perasaan berasal dari hati. Apabila seorang idol yang kalian dukung merasa nyaman dan bahagia dengan orang lain, bukankah kalian harusnya merasa senang atas kebahagiaannya itu ? Kalian jangan ngeoshiin atau ngedukung member karena pengen ngedate sama doi dimasa depan, itu salah ! . Kalian bisa ngefans dengan seseorang tanpa harus secara fisik suka pada mereka, seperti banyak para remaja yang menyukai band Guns & Roses atau X Japan. Rasa cinta dari fans terhadap pujaan / idolanya itu berbeda, lebih ke dalam sisi personal gitu. Tapi, mencintai atau menyukai seseorang di usia 17 tahun itu berbeda dengan rasa cinta yang dirasakan pada usia 26 atau 40 tahun. Menjadi seorang remaja, harus hidup semaksimal mungkin untuk meraih cita-cita.

Skandal Minegishi Minami membuat semua pandangan mata dunia tertuju pada Jepang

Beberapa tahun yang lalu, sebuah perusahaan menggugat seorang gadis untuk "pelanggaran kontrak kerja" yang menyebabkan Idol Grup dibawah naungannya itu gagal dipasaran karena si gadis berkencan dengan salah satu fansnya. Gadis muda itu membela diri dan berkata bahwa dirinya tidak pernah ngedate sama siapapun, meskipun kita tau kalo itu hanyalah sebuah " formalitas " saja untuk menghindari kasus ini. Hasil dari pengadilan sendiri adalah menjatuhkan vonis bahwa si gadis memang bersalah karena melakukan hal yang membuat grup merasa dirugikan, akan tetapi karena si gadis ngedate tanpa ada maksud untuk merugikan grupnya itu, maka dia dibebaskan tanpa harus membayar gugatan yang dilayangkan oleh perusahaan.

Ada perbedaan yang besar antara budaya Eropa dengan Asia. Yang pertama adalah tentang freedom atau kebebasan, tapi dalam sudut pandang orang Asia, Freedom adalah sebagai Tanggung Jawab. Orang-orang Jepang sangatlah serius dalam melakukan pekerjaannya. Meskipun kalian punya kebebasan untuk datang dengan memakai T-Shirt dan celana jeans, tapi jika kalian diharuskan untuk terlihat rapi dalam interview kerja, maka kalian pasti akan memakai suit, karena jika tidak, kalian akan dicoret dan dianggap tidak serius. Dalam dunia entertain, sudah seharusnya kalian tidak berperilaku aneh atau nyeleneh karena akan menjadi sebuah ancaman bagi grup atau perusahaan. Akan tetapi, aturan ini tidak dapat diterapkan untuk semua orang karena dalam setiap pribadi masing-masing memiliki situasi yang berbeda. 

Mari kita ambil contoh dari Idol yang berasal dari AKB48, Watanabe Mayu. Mayu sangatlah populer dan cerdas diusia yang sangat muda. Ya, kita bisa asumsikan bahwa dalam masa remaja Mayu, dia tidak memiliki waktu luang untuk bisa bermain seperti gadis remaja pada umumnya, karena dia tau jika dirinya terlibat sebuah hubungan gelap, namanya akan terpampang sangat jelas di halaman pertama tabloid dan membuat gempar fandom fansnya. Mayu sangatlah serius dengan image Idolnya karena dia sadar, sebuah insiden bisa menghancurkan momentumnya sebagai Idol nasional. Di sisi lain, jika kalian " tidak dikenal " seperti member Kenkyuusei di AKB, kalian mau lakuin apapun pasti gaakan ke detect oleh manajemen dan tidak akan berdampak sama sekali pada status kalian sebagai Idol, kalian punya banyak free time dibandingkan dengan member yang populer. Mungkin inilah alasan kenapa skandal Sasshi terekspose ke media saat dia menjadi member yang terkenal beberapa tahun kemudian.

Dalam kasus skandal Miichan, masalahnya adalah bahwa dia bukan hanya seorang member yang populer saja, tapi juga kapten dalam Team AKB48 ! Orang-orang asing pasti tidak tahu bahwa dalam budaya Jepang, jika seseorang melakukan kesalahan, mereka akan mencukur habis rambut mereka (selain harakiri). Miichan melakukan itu karena dia merasa bersalah. Tapi, dalam koran yang dirilis oleh media asing, dengan sedikit caption dibawah foto Miichan yang sudah plontos, tersirat dalam benak orang-orang asing bahwa itu adalah punishment dari manajemen yang diberikan kepada Miichan karena telah melanggar peraturan. Gosip "berbahaya" ini kemudian menyebar ke seluruh penjuru dunia dan hal ini merupakan sebuah pukulan telak bagi idol entertaintment. Tidak peduli pada apa alasan yang sebenarnya dalam insiden Miichan, karena kerusakan itu telah terjadi.


Shunkan Bunshun menjadi salah satu media yang paling depan dalam mengabarkan banyak skandal yang di alami oleh member Idol grup

Faktanya, ini bukan hanya tentang perilaku fans terhadap idolanya yang menentukan adanya aturan larangan cinta. Dalam kasus skandal Kashiwagi Yuki dengan Tegoshi Yuya, itu terserah pada fans nya untuk memutuskan apakah mereka ingin terus mengikuti Yukirin atau tidak. Kasus skandal Matsumura Sayuri (lihat foto diatas) bahkan lebih pahit dari yang dialami oleh Yukirin karena Nogizaka memiliki image kuat sebagai idol grup yang calm & elegant dibandingkan dengan 48 sehingga partisipasinya dalam single " Inochi wa Utsukushii " pun di copot. Image tidak hanya ditunjukan kepada fans saja, perusahaan-perusahaan besar (mereka adalah sumber pendapatan utama bagi grup) pun pasti tidak akan memilih gadis yang mempunyai image negatif untuk mengendorse produk-produk mereka. Tidak peduli apakah itu benar atau tidak, kasus skandal akan membuat impian Idol grup menjadi sirna. Apakah kalian masih ingat ketika Kouhaku Utagassen 2014 lalu dimana para panitia lebih memilih HKT48 dibandingkan Nogizaka46 yang saat itu sedang naik daun ? Ya, dibatalkannya penampilan Nogizaka karena liputan negatif dari berita skandal Matsumura.

Mengapa manajemen tidak mau mengambil keputusan dan selalu bersikap ambigu mengenai hal ini ? Karena kedua pilihan memiliki dampak yang negatif ; Jika kalian membuat rules love-ban, kalian akan dipandang sebagai perusahaan yang menekan hak dasar seorang wanita, dan jika kalian secara resmi mengizinkan para member ini berpacaran, tidak ada jalan untuk kembali dan reaksi fans pasti akan sangat kecewa. Jadi, cara alternatifnya adalah " Mencoba untuk tidak tertangkap media " atau " menyesuaikan diri dengan situasi " . Dalam kasus Yukirin, manajemen memutuskan untuk "lepas tangan" karena dia adalah member yang sangat penting bagi Grup, sama halnya dengan yang di alami oleh Sasshi. Kita tidak bisa mengatakan hal yang sama untuk Murashige Anna yang mendapatkan perma-ban dari senbatsu HKT48, atau Owada Nana dan Nishino Miki yang langsung graduate setelah tertangkap basah sedang berjalan bersama dengan member ex-Johnny Acs pada jam 2 malam.

Love-ban rules bisa dibilang sebagai aturan yang bukan hanya berasal dari para fans untuk oshimennya, tapi juga sebagai peraturan pendisiplinan diri bagi para member, sama seperti saat kalian berkomitmen terhadap pekerjaan kalian di kantor. Kedisiplinan diri ini akan meningkat saat kalian menjadi populer dimata masyarakat. Ketika seseorang mencoba untuk menyeimbangkan kedua sisi mata pisau ini (Menjadi Idol yang hebat tapi memiliki relatioship dengan orang lain), yang bisa dilihat hanyalah sebagai sebuah kecerobohan terhadap pekerjaan kalian. After all, Kikuchi Ayaka atau Komori Mika memutuskan untuk graduate dari AKB lalu kemudian mereka menikah. Ketika seseorang keluar dari dunia Idol, para fans akan sangat bahagia jika melihat Oshimennya itu juga bahagia karena mereka telah melewati " Idol phase " dalam hidup mereka. Matsui Jurina dari SKE48 pernah berkata, " Aku akan berkencan setelah selesai menjadi seorang Idol, tapi untuk saat ini, aku ingin fokus dulu dengan pekerjaanku ! "


Di Sousenkyo 2016 lalu, vote Yukirin berkurang sebanyak 70.000, padahal di sousenkyo sebelumnya (2015) fanbase Yukirin berhasil mengirim dirinya menjadi pemuncak Sousenkyo (meskipun hanya dalam Preliminary) dengan peningkatan vote sebanyak 60.000.

Untuk menjawab pertanyaan apakah love-ban ini sesuatu yang fair atau tidak ? sangat sulit untuk mencari jawaban yang tepat karena terdapat feeling yang terlibat dalam hal ini. Secara pribadi, ane sendiri ga suka kalo Oshimen kena berita skandal. Tapi, apa yang ane yakini sekarang adalah bagi orang Jepang, Renai Kinshi Jourei adalah self inflicted rule. Tergantung dari seberapa serius kalian ingin menjadi seorang idol. Jika kalian tidak bisa menerima kehidupan cinta kalian dikekang, janganlah jadi seorang idol ! Idol tidak hanya menjaga image nya sendiri, tapi juga bertanggung jawab atas image grupnya juga. Ketika orang-orang berkomentar kalo skandal yang di alami Sasshi itu tidak mempengaruhi popularitas si Sasshi di mata seluruh fans, karena ingatlah bahwa skandal itu terjadi ketika Sasshi masih menjadi Kenkyuusei, dia bahkan hanya menjadi " figuran " dalam MV " Everyday Katyusha " .

Jika Oshimen ane tertangkap dalam sebuah skandal, ane mungkin bakalan kecewa banget. Bukan karena ane nganggep dia tu pure & Innocent (come on ! cewe juga pasti punya libido dan pengen banget ngerasain gimana pacaran), tapi karena dia beresiko untuk merusak reputasi dirinya sendiri dan juga grupnya. Dia sadar sama resiko yang bakalan dihadapinya, dan dia tetep lakuin itu. To be responsible, is a form of respect.

Kedepannya, kita mungkin akan melihat perubahan dari pola pikir semua orang, dengan Industri yang akan lebih menerima seorang Idol sepenuhnya. Karena tidak ada definisi yang tepat ; apa itu Idol ?